RESENSI

     Resensi adalah ulasan atau penilaian mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain. Orang yang Menyusun resensi disebut peresensi. Peresensi bertugas untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak. Resensi buku harus ditulis sesuai dengan kualitas isi buku.

Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, Bahasa, dan manfaat bagi pembaca.

Unsur-unsur atau sistematika resensi meliputi:

1.      Judul resensi

Judul resensi merupakan identitas suatu karya tulis sama halnya dengan judul buku. Contoh: The  Coke Machine, Kebenaran Kotor di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia.

2.      Identitas buku yang diresensi

Identitas buku, meliputi: judul buku, nama pengarang, nama penerbit, ketebalan buku, tahun terbit, dan nomor edisi. Contoh:

Judul buku               : Hujan Kepagian

Pengarang                : Nugroho Notosusanto

Penerbit                    : Balai Pustaka

Tahun Terbit             : 2011

Jumlah Halaman       : vi+62 halaman

3.      Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)

Berisi latar belakang pengarang, keahlian, sikap-sikap, dan karya-karya yang dihasilkan olehnya. Biasanya kita bisa menemukan informasi mengenai pengarang pada bagian awal atau akhir pada buku.

4.      Inti/isi resensi

Memuat ulasan singkat isi buku yang diresensi.

5.      Keunggulan buku

Contoh:

Organisasi Buku:

Pengalaman-pengalaman selama revolusi ini sangat menarik. Dalam buku ini antara satu  peristiwa dengan peristiwa lainnya terdapat keterkaitan sehingga mampu menarik pembaca.

Isi Buku:

Dilihat dari isinya ceritanya sangat unik, menarik sehingga layak untuk dibaca.

Bahasa:

Dilihat dari segi bahasa yang digunakan pengarang sederhana, akan tetapi memikat. Kalimat- kalimat dalam paragraf disusun secara runtut sehingga mudah dipaha

6.      Kekurangan buku

Contoh

Kelemahan buku ini adalah kebiasaan pengarang menggunakan beberapa kosakata Belanda,sehingga pembaca kurang memahami arti kata tersebut.

7.      Penutup

berisi simpulan/pandangan penulis atas buku atau novel.

 

Kaidah Kebahasaan Resensi

Teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti berikut.

1.      Penggunaan konjungsi :
a.  Penggunaan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.
b. Penggunaa konjungsi temporal: sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
c. Penggunaaan konjungsi penyebaban: karena, sebab.

2.      Terdapat pernyataan penilaian (kelemahan dan kelebihan) dan saran.

3.      Menggunakan kata baku namun populer

4.      Bersifat subjektif

5.      Menggunakan bahasa jurnalistik (singkat, padat, dan menarik)

 


 

Contoh Resensi

Resensi Novel “Edensor”

 

edensor.jpgJudul Novel     : Edensor

Pengarang                   : Andrea Hirata

Penerbit                       : PT. Bentang Pustaka

Terbit               : 2007

Halaman                      : XII + 306 halaman

Harga Buku     : Rp. 44.500

ISBN               : 978-979-1227-02-5

 

 

Buku ini merupakan sebuah karangan fiksi berbentuk novel. Novel ini merupakan buku ketiga dari tetralogi laskar pelangi karya Andrea hirata. Novel ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup Ikal dan Arai ketika menempuh pendidikan S2 di Universitas Sorbone Perancis serta perjalanannya bersama Arai mengelilingi Eropa dan Afrika. Perjalanan dimulai ketika Ikal telah menyelesaikan S1 nya di Universitas Indonesia dan berniat untuk mengikuti seleksi calon penerima beasiswa S2 diluar negeri. Ketika itu Ikal bertemu kembali dengan Arai setelai sekian tahun tidak bertemu, rupanya Arai berkuliah di Kalimantan mengambil jurusan Biologi. Setelah melalui beberapa tahap seleksi penerimaan beasiswa S2, akhirnya keduanya pun diterima di Universitas Sorbone Perancis.

Dalam perjalanan hidup Arai dan Ikal di Eropa mereka mendapatkan pengalaman dan teman-teman yang baru. Universitas Sorbone Perancis telah membawa mereka pada pertemuan terhadap teman-teman mahasiswa dari berbagai negara dengan latarbelakang yang berbeda-beda. Mereka begitu menikmati proses pembelajaran dan prosesi perkuliahan yang baik disana. Selain itu mereka juga merasakan persaingan yang begitu ketat antar teman-teman perkuliahannya. Eropa dikenal dengan warga negara dengan etos kerja yang luar biasa serta tingkat intelektualitas yang tinggi. Hal yang sungguh miris ketika membandingkan karakteristik hal tersebut dengan karakteristik warga negara Indonesia yang pemalas dan miskin motivasi. Hal tersebut menunjukkan sebuah realita bahwa betapa rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Sebab-sebab itulah yang membuat Ikal dan Arai semakin bersemangat dan berusaha keras untuk mengimbangi tingkat intelektualitas merteka terhadap teman-teman sesama mahasiswa asal negara lain.

Kebersamaan Ikal bersama teman-teman barunya ternyata belum mampu mengusir rasa sepinya. Ia masih saja teringat pada sesosok wanita Tionghoa yang ia cintai bernama A Ling. Sampai saat ini Ikal belum bisa melupakan Aling. Ikal pun tak tahu keberadaan A Ling saat ini. Ingatannya pada A Ling mengingatkannya pada sebuaah tempat yang menjadi impian A Ling untuk mengunjunginya, tempat tersebut adalah Edensor. Sebuah desa imajiner yang berada dalam novel kecil pemberian A Ling kepada Ikal. Rasa penasarannya terhadap A Ling membuat Ikal berniat untuk melakukan perjalanan menjadi seorang Backpacker. Ia berniat mencari keberadaan A Ling dengan segala petunjuk yang ia miliki.

Perjalanan menjadi backpacker pun ia mulai dengan sahabat-sahabatnya yang turut menyertainya. Perjalanan panjang itu dimulai dari kota Paris tempat yang mereka tinggali saat ini, selanjutnya melintasxi seluruh benua eropa sampai berakhir di Spayol. Pencarian Ikal terhadap A Ling membawanya bersama teman-temannya kepada petualangan-petualangan seru melalui perjalanan yang panjang melintasi benua Eropa dan Afrika. Mereka melintasi banyak Negara seperti Tunisia, Casablanca, dan Zaire di benua Afrika. Berbagai faktorteknis penghambat perjalanan mereka, seperti iklim yang ekstrim dingin di Eropa dan lain-lain sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk melakukan perjalanan. Pada akhir perjalanan diceritakan bahwa Ikal menemukan sebuah desa impian A Ling yang berada dalam novel pemberiannya.

Kelebihan yang terdapat dalam novel karangan Andrea Hirata ini terletak pada kelihaian penulis dalam menggambarkan cerita seolah menjadi hidup dan pembaca seolah berada di tengah-tengah Ikal, Arai, beserta teman-temannya. Selain itu bahasa tulis Andrea Hirata yang memiliki karakteristik tersendiri membuat pembaca hanyut dalam pembawaannya. Penggunaan istilah-istilah yang rumit membuat pembaca semakin ingin tahu dan secara tidak langsung menambah pengetahuan baru bagi pembaca. Ending cerita yang tak terduga membuat pembaca merasa ingin melanjutkan membaca pada tetralogi terakhir yakni pada buku Maryamah Karpov. Semula pembaca mengira ending cerita pada novel Edensor akan berakhir pada pertemuan Ikal dengan A Ling, namun dugaantersebut meleset. Ternyata ending pada cerita novel tersebut berakhir pada ditemukannya desa impian A Ling di Inggris yakni desa Edensor.

Kelemahan novel ini yaitu judul Edensor kurang sesuai dengan cerita, karena maksud ‘Edensor’ terdapat di akhir cerita. Dan sangat sedikit bayangan Edensor dalam novel karena dari penulis lebih banyak menuliskan perjalanannya menaklukkan daerah-daerah daripada penjelasan maupun cerita panjang mengenai Edensor.

Novel ini sangat cocok dibaca oleh berbagai kalangan khususnya para remaja. Buku ini mampu memberikan motivasi yang baik untuk tetap bersemangat dalam menjalani hidup. Prestasi Ikal dan Arai yang mendapatkan beasiswa S2 di Paris bisa menjadi pemacu semangat berprestasi yang baik untuk para pelajar Indonesia.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Perakitan Produk Barang dan Jasa KWU + Jawaban

LATIHAN SOAL BASIS DATA DAN JAWABAN

Soal Perkembangan Usaha KWU dan Jawaban