MODUL RELASI JOIN

 MODUL

RELASI & JOIN

A. TUJUAN

➢ Memahami keterhubungan entitas di dalam basis data.

➢ Memahami jenis-jenis operasi pengambilan data di beberapa entitas.

➢ Mampu menyelesaikan kasus retrieval yang melibatkan lebih dari satu entitas.

➢ Memahami fungsi Union pada mysql.

B. PETUNJUK

- Awali setiap aktivitas dengan do‟a, semoga berkah dan mendapat kemudahan.

- Pahami tujuan, dasar teori, dan latihan-latihan praktikum dengan baik dan benar.

- Kerjakan tugas-tugas praktikum dengan baik, sabar, dan jujur.

- Tanyakan kepada asisten/dosen apabila ada hal-hal yang kurang jelas

C. DASAR TEORI

1. Relationship

Relationship adalah suatu hubungan antara beberapa entitas. Konsep ini sangat

penting sekali di dalam basis data, di mana memungkinkan entitas-entitas untuk

saling berhubungan satu sama lain.

Didalam sebuah relationship, primary key memiliki peran penting untuk mengaitkan

entitas. Selain itu, primary key juga digunakan untuk mendefinisikan batasan

keterhubungan.

2. Join

Join merupakan salah satu kontruksi dasar dari SQL dan basis data. Join dapat

didefinisikan sebagai kombinasi record dari dua atau lebih table di dalam basis data

relasional dan menghasilkan sebuah tabel (temporary) baru yang disebut sebagai

joined tabel.

Join dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis, yaitu inner join dan outer join.

a. Inner Join

Inner join pada dasarnya adalah menemukan persimpangan (intersection) antara dua buah tabel.

Sintaks inner join diperlihatkan sebagai berikut :

SELECT A1, A2, . . ., An

FROM r1

INNER JOIN r2

ON r1.join_key = r2.join_key

Inner join juga dapat direpresentasikan dalam bentuk implisit sebagai berikut :

SELECT A1, A2, . . ., An

FROM r1, r2

WHERE r1.join_key = r2.join_key

Misalkan terdapat table A dan B, maka hasil inner join dapat diperlihatkan sebagai bidang terasir dalam diagram Venn seperti Gambar 1.

Gambar 1. Inner Join

b. Outer Join

Outer join dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu left outer join, right outer join dan full outer join.

Left Outer Join

Left outer join atau left join mengembalikan semua nilai dari table kiri ditambah dengan nilai dari tabel kanan yang sesuai atau NULL jika tidak ada nilai yang sesuai.

Sintaks left outer join diperlihatkan sebagai berikut :

SELECT A1, A2, . . ., An

FROM r1

LEFT OUTER JOIN r2

ON r1.join_key = r2.join_key

Left outer join antar tabel A dan B dapat diilustrasikan dalam diagram Venn seperti Gambar 2.

Gambar 2. Left Outer Join

Right Outer Join

Right outer join atau right join pada dasarnya sama seperti left join, namun dalam bentuk terbalik, kanan dan kiri.

Sintaks right outer join diperlihatkan sebagai berikut :

SELECT A1, A2, . . ., An

FROM r1

RIGHT OUTERR JOIN r2

ON r1.join_key = r2.join_key

Right outer join antara table A dan B dapat diilustrasikan dalam diagram Venn seperti Gambar 3.

Gambar 3. Right Outer Join

Full Outer Join

Full outer join atau full join pada hakikatnya merupakan kombinasi dari left dan right join.

Sintaks full outer join diperlihatkan sebagai berikut :

SELECT A1, A2, . . ., An

FROM r1

FULL OUTER JOIN r2

ON r1.join_key = r2.join_key

Bentuk visual dari full outer join dapat diperlihatkan menggunakan diagram Venn seperti Gambar 4.

Gambar 4. Full Outer Join

Selain empat jenis join yang utama di atas, masih ada beberapa variasi join lainnya, seperti CROSS JOIN (cartesian product), NATURAL JOIN dan sebagainya.

Perlu juga diperhatikan, join bisa diimplementasikan dalam bentuk bersarang

(nested join). Jadi, di dalam sebuah operasi join bisa terdapat operasi join lainnya.

3. Union

MySQL Union adalah statemaen yang mengkombinasikan dua buah atau lebih resulset dari beberapa table dengan statemen SELECT sehingga menjadi satu buah resulset. Union Statemen memiliki beberapa ketentuan sebagai berikut :

a. Jumlah kolom/field dari setiap statemen SELECT harus sama.

b. Tipe data kolom/field dari setiap statemen SELECT harus kompatibel.

Secara default statemen UNION akan menghapus semua record duplikat dari resulset.

Apabila Anda ingin record duplikat tetap di tampilkan maka pada resulset tuliskan

secara explisit UNION ALL. Perbedaan Union dan Union All dapat dijelaskan pada

gambar diagram Venn 5 dan 6.

Gambar 5. Union

Gambar 6. Union All

Fungsi Union sendiri dapat dijalankan dengan sintaks sebagai berikut :

SELECT A1, A2, . . .An

FROM r1 UNION

SELECT A1, A2, . . .An

FROM r2;

SELECT A1, A2, . . .An

FROM r1 UNION ALL

SELECT A1, A2, . . .An

FROM r2;

D. LATIHAN

1. Relationship

Dalam latihan ini digunakan dua buah table bernama karyawan dan departemen dengan relationship bekerja pada. Struktur tabelnya diperlihatkan sebgai berikut :

CREATE TABLE karyawan(

Nama varchar(30) NOT NULL, id_dep int(5) NOT NULL )ENGINE = MyISAM;

CREATE TABLE departemen( id_dep int(5) NOT NULL, nama_dep varchar(30) NOT NULL, PRIMARY KEY(id_dep) )ENGINE = MyISAM;

Data yang digunakan adalah sebagai berikut :

Tabel Karyawan Tabel Departemen

2. Inner Join

Sebagaimana dijelaskan, inner join akan mengembalikan data di tabel A dan B yang sesuai. Sebagai contoh, untuk mendapatkan data karyawan yang memiliki departemen, eksekusi pernyataan atau perintah SQL berikut :

SELECT *

FROM karyawan INNER JOIN departemen

ON karyawan.id_dep = departemen.id_dep;

Selain itu, dapat pula menggunakan bentuk implisit dari inner join di atas, yaitu sebagai berikut :

SELECT * FROM karyawan, departemen

WHERE karyawan.id_dep = departemen.id_dep;

Bandingkan hasil eksekusi perintah SQL yang menggunakan INNER JOIN dengan yang menggunakan bentuk implisitnya !

Dalam pengambilan data ini, kita juga bisa menspesifikasikan field terkait. Sebagai contoh, untuk mengambil nama karyawan dan nama departemen yang ditempatinya saja, eksekusi perintah SQL berikut :

SELECT karyawan.nama, departemen.nama_dep FROM karyawan INNER JOIN departemen

ON karyawan.id_dep = departemen.id_dep

Perhatikan bahwa untuk menampilkan field tertentu saja, maka nama field tersebut harus disebutkan secara eksplisit beserta nama tabel tempat field.

Agar penulisan SQL lebih efisien, kita dapat memanfaatkan fitur “derived table” (atau alias). Contohnya adalah sebagai berikut :

SELECT k.nama, d.nama_dep

FROM karyawan k INNER JOIN departemen d ON k.id_dep = d.id_dep

Pada pernyataan SQL di atas, tabel karyawan dinotasikan dengan huruf k dan tabel departemen menggunakan huruf d. perhatikan hasil eksekusi perintah SQL tersebut,

apakah sama dengan hasil eksekusi perintah SQL sebelumnya (yang tidak menggunakan fitur (derived table) ?

3. Outer Join Left Outer Join

Contoh penggunaan LEFT OUTER JOIN adalah sebagai berikut :

SELECT *

FROM karyawan k LEFT OUTER JOIN departemen d ON k.id_dep = d.id_dep;

Perhatikan baris kedua dan keempat pada hasil eksekusi di atas, apa yang menyebabkan timbulnya NULL value ?

Apabila diperlukan, kita juga dapat menggunakan klausa WHERE di dalam join. Sebagai contoh, untuk mendapatkan data karyawan yang tidak memiliki departemen, eksekusi perintah SQL berikut :

SELECT *

FROM karyawan k LEFT OUTER JOIN departemen d ON

k.id_dep = d.id_dep

WHERE d.id_dep IS NULL;

Dari hasil eksekusi di atas, dapat kita ketahui bahwa karyawan yang bernama Budi dan Dani tidak memiliki departemen (nama departemennya tidak tercatat di dalam tabel departemen).

Right Outer Join

Contoh penggunaan RIGHT OUTER JOIN adalah sebagai berikut :

SELECT *

FROM karyawan k RIGHT OUTER JOIN departemen d ON k.id_dep = d.id_dep;

Perhatikan kembali baris kedua dan keempat pada hasil eksekusi di atas, apa yang menyebabkan timbulnya NULL value ?

Full Outer Join

Beberapa DBMS tidak mendukung fungsionalitas full outer join. Meski demikian, join ini dapat disimulasikan dengan memanfaatkan UNION. Tekniknya ialah dengan menggabung left join dan right join seperti perintah SQL berikut :

SELECT *

FROM karyawan k LEFT OUTER JOIN departemen d ON

k.id_dep = d.id_dep

UNION SELECT *

FROM karyawan k RIGHT OUTER JOIN departemen d ON k.id_dep = d.id_dep;

Cross Join

Cross join pada hakikatnya merupakan inner join dimana kondisi join selalu dievaluasi true. Secara matematis, jika A dan B merupakan dua himpunan, maka cross join-nya sama dengan X.

Contoh penggunaan CROSS JOIN adalah sebagai berikut :

SELECT *

FROM karyawan CROSS JOIN departemen;

Atau dalam bentuk implisitnya :

SELECT * FROM karyawan, departemen;

4. Union

Buatlah tabel baru bernama karyawan2 pada database yang sama. Data tabelnya adalah sebagai berikut :

nama id_dep

Dani

17

Anisa

18

Bagus

12

Setelah itu coba lakukan penggabungan dengan perintah :

SELECT nama, id_dep

FROM karyawan

UNION

SELECT nama, id_dep

FROM karyawan2;

Lakukan perintah yang sama namun menggunakan UNION ALL. Jelaskan apa perbedaan fungsi UNION dan UNION ALL.

E. TUGAS PRAKTIKUM

Perhatikan, dalam mengerjakan tugas praktikum ini, sebaiknya pernyataan SQL disimpan di file untuk kemudian dieksekusi.

Tugas praktikum ini menggunakan tabel-tabel yang sudah dibuat sebelumnya. Berikut adalah data-data tabel yang akan digunakan (sesuaikan nilainya agar sama persis).

Tabel Mahasiswa

Tabel ambil_mk

Tabel Matakuliah

1. Dapatkan banyak mahasiswa yang mengambil matakuliah. Selesaikan dengan pendekatan join eksplisit dan implisit.

2. Kelompokan data mahasiswa yang tidak mengambil matakuliah berdasarkan jenis kelaminnya, kemudian hitung banyaknya.

3. Dapatkan nim dan nama mahasiswa yang mengambil matakuliah beserta kode_mk dan nama_mk yang diambilnya. Selesaikan dengan pendekatan join eksplisit dan implisit.

4. Dapatkan nim, nama, dan total sks yang diambil oleh mahasiswa, Dimana total sksnya lebih dari 4 dan kurang dari 10.

5. Dapatkan data matakuliah yang tidak diambil oleh mahasiswa terdaftar (mahasiswa yang terdaftar adalah mahasiswa yang tercatat di tabel mahasiswa).

F. TUGAS RUMAH

1. Buatlah database baru dengan nama Universitas. Lalu didalamnya terdapat tabel-tabel berikut :

Tabel Instruktur

nip

nama_ins

jurusan

asal_kota

1

Muhammad Akbar

Ilmu Sejarah

Malang

2

Saichul Fitrian A.

Ilmu Komputer

Malang

3

Annafia Oktafian

Ilmu Komputer

Klaten

4

Budy Pratama

Ilmu Komputer

Magelang

Tabel matakuliah

kd_mk

nama_mk

sks

PTI101

Algoritma dan Pemograman

3

PTI102

Basis Data

3

PTI103

Visual Basic

3

IS101

Sejarah Indonesia

3

Tabel ambil_mk

nip

kd_mk

ruangan

jml_mhs

3

PTI101

H5211

40

2

PTI102

H5212

45

2

PTI103

H5206

40

1

IS101

I7312

30

a. Tampilkan kd_mk dan mata kuliah yang jumlah mahasiswanya 40.

b. Tampilkan data Instruktur yang mengajarkan „Basis Data‟.

c. Tampilkan data Instruktur yang tidak mengajar.

2. Buatlah tabel seperti di bawah ini. Tabel Customer

customer_id

customer_name

customer_addres

CS001

Aan

Pasuruan

CS002

Hanif

Banyuwangi

CS003

Mirza

Malang

CS004

Tanti

Tegal

CS005

Budie

Kediri

Tabel Orders

order_id

order_date

customer_id

qty

amount

CS001

10-12-2016

CS001

1

40000

CS002

11-01-2017

CS002

2

50000

CS003

12-01-2017

CS005

3

35000

Gabungkan kedua tabel tersebut dengan JOIN dan UNION

Selamat Mengerjakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Perakitan Produk Barang dan Jasa KWU + Jawaban

LATIHAN SOAL BASIS DATA DAN JAWABAN

Soal Perkembangan Usaha KWU dan Jawaban