MATERI KD 3.1 Mengidentifikasi Isi Surat Lamaran Pekerjaan
- Pengertian Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat oleh
seseorang untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan, kantor, atau instansi
tertentu.
Surat lamaran pekerjaan memiliki isi dan sistematika yang berbeda dengan
jenis surat lainnya.
- Sistematika adalah klasifikasi atau penggolongan
atas isi atau bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan
meliputi:
1.
tempat dan tanggal pembuatan surat,
2.
lampiran dan perihal,
3.
alamat surat,
4.
salam pembuka, alinea pembuka, isi, penutup,
5.
tanda tangan, dan nama terang.
- Isi surat meliputi
bagian-bagian yang terdapat di dalam surat lamaran pekerjaan
dan hal-hal yang harus ada di dalam surat lamaran pekerjaan,terdiri dari:
1.
nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, alamat,
serta beberapa hal yang dilampirkan.
2.
Hal-hal penting yang dilampirkan antara lain daftar
riwayat hidup, fotokopi ijazah terakhir, sertifikat, Surat Keterangan Catatan
Kepolisian (SKCK), dan pasfoto. Kadang-kadang instansi/lembaga juga meminta
persyaratan lain, seperti surat keterangan pengalaman kerja, surat keterangan
berbadan sehat, dan surat izin orang tua.


ANALISIS UNSUR KEBAHASAAN SURAT LAMARAN PEKERJAAN
A. Tanggal surat
Penulisannya dimulai dengan nama kota yang
diawali huruf kapital, lalu diikuti tanda koma (,). Tanggal ditulis dengan
angka. Bulan ditulis dengan huruf kapital (tidak disingkat). Tahun ditulis
lengkap dengan angka.
Contoh
Jakarta, 25 Januari 2010 (benar)
Jakarta, 25-1-2010 (salah)
Jakarta,
25 Jan. 2010 (salah)
B. Lampiran
Lampiran adalah sesuatu yang dilampirkan atau
diikutsertakan pada surat tersebut. Dalam lampiran harus ditulis juga jumlah
dokumen yang disertakan pada surat lamaran tersebut.
Kata lampiran
ditulis Lampiran, tidak disingkat
menjadi lamp. Setelah itu, diikuti
tanda titik dua dan diakhiri jumlah dokumen tambahan. Lampiran tidak
perlu ditulis apabila tidak ada dokumen yang disertakan pada surat tersebut.
Contoh :
Lampiran: Lima Berkas (benar)
Lamp. : 5
berkas (salah)
Lampiran:
0
(salah)
Lampiran : -
(salah)
C. Perihal
Kata perihal bersinonim dengan kata hal
yang sebenarnya menyatakan 'tentang' atau 'mengenai'. Dengan kata lain,
surat tersebut isinya tentang apa. Dalam hal ini, tentu saja mengenai lamaran
kerja atau permohonan menjadi karyawan. Kata perihal atau hal ditulis Perihal atau Hal (tidak disingkat menjadi Hal. ), lalu diikuti tanda titik dua,
dan diakhiri dengan maksud surat tersebut.
Contoh :
Perihal : Permohonan Menjadi Karyawan (benar )
Hal : Lamaran Kerja (benar)
Hal. : lamaran kerja
(salah)
D. Alamat surat
Alamat surat adalah alamat tujuan. Dalam hal ini tentu
saja alamat perusahaan yang akan dilamar. Penulisannya dimulai dengan Yth. (Tidak menggunakan kepada), langsung diikuti nama abatan
kepala personalia atau direktur personalia. Kata sapaan Bapak atau Ibu boleh
digunakan,tetapi harus diikuti nama(tidak disingkat dan tidak diikuti nama
jabatan). Kata jalan ditulis lengkap
(tidak disingkat), diikuti nama jalan dan angka nomor jalan (kata nomor tidak perlu ditulis). Setiap baris
tidak diakhiri tanda baca.
Contoh :
Yth.
Direktur Personalia (benar)
PT Jaya
Mandiri
Jalan
Kencana Wungu 10, Jakarta
Kepada Yth.
Direktur personalia (salah)
PT jaya
mandiri
Jalan
kencana wungu Nomor 10,jakarta
Yth.
Direktur personalia (salah)
PT jaya
mandiri
Jalan
kencana wungu 10, jakarta
E. Salam pembuka
Ada beberapa salam yang sering
digunakan dalam surat, seperti dengan
hormat, salam takzim, salam sejahtera, dan lain-lain. Dalam
surat lamaran, salam pembuka yang digunakan adalah Dengan hormat karena surat lamaran termasuk surat resmi.
Salam pembuka ditulis dengan huruf pertama kapital dan diakhiri tanda koma.
Contoh:
Dengan
hormat, (benar)
dengan
hormat (salah)
Dengan
hormat. (salah)
F. Pembuka
Surat
Paragraf pembuka surat lamaran di
sesuaikan dengan latar penulisan surat tersebut. Apabila mengajukan lamaran
berdasarkan iklan di media massa, si pelamar harus mencantumkan nama media,
tanggal terbit, dan jenis pekerjaan yang dilamar. Penulisannya dapat di mulai
dengan pernyataan sesuai dengan,
sehubungan dengan, berdasarkan iklan, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan
pengajuan atas inisiatif sendiri yang penulisannya dapat dimulai Dengan ini, Dengan surat ini, melalui surat
ini, dan lain lain
Contoh :
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang saya baca di
Kompas, tanggal 20 januari 2010,
perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian produksi.
(Benar)
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan, perusahaan yang
Bapak pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian produksi. (Salah)
Bersama surat
ini, saya menyampaikan surat lamaran kepada perusahaan yang Bapak pimpin.
(Salah)
G. Identitas
Pelamar
Penulisan identitas pelamar dimulai
dengan nama, tempat tanggal lahir, dan alamat. Semua kata ditulis dengan huruf pertama
huruf kecil, kecuali nama pelamar dan kota. Setelah kata tempat, diikuti tanda koma (bukan garis miring).
Contoh :
nama : Raka Sinatria (benar)
tempat,
tanggal lahir : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat :
Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
nama : Raka
Sinatria (salah)
tempat /
tgl. lahir : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat :
Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
Nama : Raka
Sinatria (salah)
Tempat dan
tanggal lahir : Cirebon, 25 Juli 1985
Alamat :
Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
H. penutup surat
Bagian penutup surat berisi harapan atau ucapan terima
kasih. Huruf pertama pada kata sapaan harus memakai huruf kapital.
Contoh:
• Atas
perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih. (Benar)
• Atas
perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. (Salah)
• Atas
perhatian bapak/ibu, saya haturkan banyak terima kasih. (Salah)
I. Salam Penutup
Seperti halnya salam pembuka,
salam penutup pada surat menggunakan pernyataan yang resmi, yaitu Hormat saya, lalu diikuti tanda koma.
Contoh :
Hormat saya,
(benar)
hormat saya, (salah)
J. Tanda
Tangan dan Nama Pelamar
Huruf pertama pada setiap kata nama pelamar ditulis
dengan huruf kapital (tidak huruf kapital semua, tidak didalam tanda kurung ,
dan tidak digarisbawahi).
Contoh :
Raka Sinatria (benar)
(Raka sinatria) (salah)
RAKA SINATRIA (salah)
Fungsi Teks Cerita Sejarah
v Fungsi
edukatif, yaitu bisa dijadikan petunjuk dan pelajaran kehidupan buat manusia
dalam berperilaku.
v Fungsi rekreatif, yaitu bisa memberikan rasa
gembira dan senang kepada si pembaca tersebut.
v Fungsi inspiratif, yaitu bisa memberikan
inspirasi, imajinasi, dan kreatifitas buat keberlangsungan hidup berbangsa dan
bernegara buat lebih baik lagi.
v Fungsi intruktuf, yaitu sebagai alat bantu
dalam pembelajaran.
Ciri – Ciri
Teks Cerita Sejarah
1)Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau
urutan kejadian.
2) Bentuk teks yaitu teks recount (teks cerita sejarah).
3) Struktur teksnya terdiri dari Orientasi, Urutan
peristiwa, dan Reorientasi.
4)Umumnya menggunakan konjungsi temporal.
5)Berisikan fakta yang benar-benar terjadi.
Orientasi
Pada bagian orientasi ini berisi tentangpengenalan atau
pembukaan dari tekscerita sejarah.
Biasanya, berisi mengenai penjelasan singkat dari suatu
peristiwa yang akan diceritakan di dalam sebuah teks cerita sejarah.
Insiden atau Urutan Kejadian
Pada bagian insiden ini, berisi mengenai rekaman peristiwa
sejarah yang terjadi yang disampaikan menurut urutan kejadian atau waktu dari
awal kejadian sampai pada akhir kejadian tersebut.
Bagian ini merupakan bagian pokok dari teks cerita sejarah
yang biasanya dituliskan secara rinci dan mendetail, jadi para pembaca akan
lebih memahami hal apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu.
Reorientasi
Reorientasi merupakan bagian akhir dari sebuah teks cerita
sejarah tersebut.
Biasanya pada bagian ini berisi mengenai komentar pribadi
dari si penulis itu sendiri mengenai kejadian yang ditulisnya.
Jenis – Jenis Teks Cerita Sejarah
1)
Fiksi (cerpen, legenda,novel, roman)
2)
Non fiksi (biografi, autobiografi, cerita
perjalanan, catatan sejarah).
Sejarah Fiksi:
v Jalan
cerita disusun berdasarkan dunia nyata.
v Gambaran
kehidupan batin seorang tokoh lebih dalam.
v Pengembangan
karakter tokoh gak sepenuhnya terungkap.
v Menyajikan
kehidupan sesuai pandangan pengarang.
Sejarah Non fiksi
Tersusun oleh fakta yang objektif.
Gambaran kehidupan tokoh ditulis lebih lengkap berdasarkan
fakta.
Menyajikan kehidupan sesuai data dan fakta.
Komentar
Posting Komentar