Gara-gara Penyalahgunaan Narkoba
Masih saja ada yang berpendapat bahwa narkoba tidak selamanya berefek negatif. Tetapi menurut pandangan saya, sekali sesuatu berakibat buruk ya tetap buruk, tidak ada sisi positifnya. Karena begitu orang-orang yang sudah berada di dunia obat-obat terlarang pasti lebih banyak mendapat akibat buruknya daripada untungnya. Narkoba apa lagi jenis sabu 1 jam kita menikmatinya, 1 tahun kita menahan deritanya. Maka dari itu jangan pernah coba-coba mengonsumsinya.
Ya, gara-gara kecanduan narkoba
inilah seseorang anak yang sudah menjadi suami dan seorang ayah akan lalai
dengan tanggung jawabnya. Seseorang karyawan sampai berbuat curang menggelapkan
uang perusahaan (yang seharusnya untuk keperluan perusahaan, malah masuk ke kantong) hanya demi memenuhi
kebutuhannya akan narkoba, seorang istri sampai berdo’a kepada Tuhannya untuk
tidak dilebihkan rezekinya, karena apabila dilebihkan pasti kebutuhan akan
narkoba akan bertambah. Untuk mendapatkannya saja kita harus merogoh kocek
lebih dalam, karena barang ini tidaklah murah.
Yang lebih fatal lagi nyawa orang
lain yang melayang gara-gara tidak punya uang untuk berobat. Uangnya tertahan
pada pelaku narkoba yang lalai membayarkan uang yang sudah menjadi haknya. Disini
anak-anak dan istrinya ikutan menjadi korban. Tidak tahu lagi bagaimana nasib
mereka ke depannya apalagi di masa wabah corona seperti sekarang. Tidak punya
uang atau harta lainnya untuk melanjutkan hidup gara-gara ditinggal oleh tulang
punggung keluarga. Bisa saja mereka mati kelaparan karena tak mampu membeli
makan, gara-gara ulah suaminya sendiri.
Dan gara-gara narkoba ini orang tua
pelaku yang dimintakan untuk bertanggung jawab untuk membayarkan hutang-hutang
yang sebenarnya hasil perbuatan si pelaku narkoba. Sungguh betapa sedihnya para
orang tua yang anaknya kecanduan obat terlarang ini. Pelaku sampai hutang
kesana kemari agar dapat obat terlarang itu. Sampai tidak perduli berapa banyak
uang yang telah ia keluarkan. Masih tidak adakah kesadaran untuk pelaku narkoba
ini kalau perbuatannya sudah banyak merugikan dirinya dan orang lain? Apakah
pelaku malah bagaikan orang tidak sadar, karena sudah terjerumus di lingkaran
setan?
Entah siapa yang memakan nangka dan
entah siapa yang kena getahnya. Tidak hanya pelaku saja yang kena akibatnya,
keluarga, orang terdekat, orang lain pasti juga pasti merasakan.
Mau berhenti saja susahnya minta
ampun. Hanya hatinya sendiri yang membuat pemakai berhenti. Apabila ada pemakai
atau mantan yang dekat dengan kita bisa kita support dan bantu do’a agar
berhenti.
Akibat penyalahgunaan narkoba ini
sudah banyak korban-korban yang melayang (karena tidak tercukupi kebutuhan
obatnya), banyak anak terlantar (karena ayahnya menjadi pecandu narkoba),
banyak mereka yang menjual harta kekayaannya hanya untuk membeli obat terlarang
tersebut. Seseorang yang sudah terjun ke dunia obat-obatan terlarang ini akan
semakin susah untuk lepas. Awal-awal mereka dapat terjun ke dunia obat-obatan
terlarang ini ada beberapa faktor, antara lain : depresi, ingin menikmati
kesenangan, akibat salah pergaulan, ingin bekerja tanpa mengalami kelelahan dan
masih banyak lagi.
Depresi, ya seseorang pecandu 65%
dari mereka berasal dari orang-orang yang depresi, seakan narkoba menjadi
sarana penghibur diri, yang menimbulkan efek kebahagiaan yang sementara.
Padahal masih banyak cara lain untuk mendapatkan kebahagiaan itu sendiri. Entah
karena orang itu kepepet ekonomi, putus cinta, pusing dan yang lainnya.
Siapa sih dari kita yang tidak ingin
hidup bahagia dan senang setiap saat, pasti kita semua ingin sekali hidup
bahagia. Kita tahu narkoba bisa menimbulkan efek bahagia yang bisa dikatakan
sementara dan efek negative dan rasa menderitanya yang selamanya. Semakin
banyak kita mengkonsumsi porsi narkoba tersebut, makin banyak juga kita akan
membutuhkan porsi kedepannya untuk mengkonsumsinya. Apabila tidak terpenuhi,
pelaku akan mencari cara apapun agar mendapat barang haram tersebut. Ngeri
sekali ya..
Lingkungan juga bisa mempengaruhi
seseorang itu tumbuh, jadi lebih baik atau lebih buruk. Sebenarnya, tergantung
seseorangnya juga. Ada yang berada di lingkungan buruk tapi jadi insan yang
baik dan sebaliknya. Bisa saja di suatu lingkungan apabila masyarakatnya tidak
mengikuti trend yang sedang ramai di lingkungan tersebut, dianggap tidak update dan dianggap pengecut.
Lebih-lebih trend tersebut adalah narkoba, sungguh mereka adalah orang-orang
yang merugi.
Banyak artis atau para pekerja keras
kepergok mengkonsumsi narkoba, efek dari narkoba itu sendiri adalah membuat
seseorang bahagia dan lebih bersemangat dari biasanya. Tetapi jangan salah,
efek samping yang ditimbulkan juga banyak, antara lain: seseorang menjadi lelah
berlebihan, gelisah apabila tidak mengkonsumsinya, bingung, cemas dan masih
banyak efek-efek negative yang ditimbulkan dari narkoba ini.
Sebenarnya narkoba adalah obat-obat
yang diperuntukkan untuk keperluan medis. Tetapi banyak oknum-oknum yang
menjualnya kembali dan memanfaatkannya. Orang-orang yang sudah ketahuan memakai
biasanya mereka akan di rehabilitasi.
Komentar
Posting Komentar